Gambar

SISWA PERINGKAT SEPULUH BESAR UN SMPN 1 KAYEN 2015

Gambar

BERGAMBAR BERSAMA DI HARI GURU NASIONAL 2014

Gambar

GAMBAR BERSAMA SETELAH PELEPASAN KELAS IX TAHUN 2013

Gambar

SMPN 1 KAYEN BERWISATA KE PANTAI KUTA PULAU BALI.

Gambar

JUARA 3, LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA, KAB. PATI 2013

Gambar

JUARA UMUM PENCAK SILAT BUPATI CUP 2014 KABUPATEN PATI

Gambar

SERAH TERIMA PENGURUS OSIS LAMA KE PENGURUS OSIS BARU

Minggu, 18 September 2016

Kancil Nyolong Timun

Ditulis lan dipostingke dening Admin Web. Sumber : Crita Kancil Nyolong Timun kacritaake dening Dewi Oktaviyani Kelas IX E, digladi dening Bapak Sulistyo Budi Santoso.



Kancil Nyolong Timun minangka Crita Basa Jawa. Crita iki wis ana nalika Admin Web durung dilahirake. Kancil minangka kewan kang pinter lan cerdik. Kanggo mangan mendinane kancil tansah nyolong utawa njupuk tanduran timun kang tinandur dening Pak Tani. Pak tani gregeten mergo tanduran timun dirusak dening kancil. Pak Tani ora kurang akal. Pak Tani nggawe weweden wong wongan kang diparingi lem.

Sakwise wedenan dipasang ana ing kebon lan ditinggalake dening Pak Tani. diweruhi dening Kancil. Nanging Kancil ora wedi. Kanci ngerti yen wewedan ana ing sawah kuwi ora bisa ngomong. Kancil gregeten. Wong wongan disadhuk nganggo sikil ngarep sisih tengan. Sikil ngarep tengene kancil kanthil. Banjur sikil kiwa ngarep nendhang. Nanging kancil ora bisa ngobahake sikile ngarep tengen lan kiwa mau merga kanthil ana ing wong wongan mau. Banjur sikil kiwa lan tengen sing mburi. Nanging kancil apes merga kabeh sikile Kancil kanthil ana ing wong wongan mau. Pak Tani gampang nyekel kancil.

Banjur Kancil digawa mulih Pak Tani diwadahi kurungan. Kepriye critane kancil sakteruse. Luwih becik dipersani Video iki :

Kamis, 15 September 2016

Pengambilan SKHUN Asli Alumni Tahun 2016 SMP Negeri 1 Kayen

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web
Diberitahukan kepada semua siswa alumni SMP Negeri 1 Kayen tahun pelajaran 2015/2016, bahwa SKHUN Asli dapat diambil mulai tanggal 19 September 2016 di Wali Kelas atau di Staff TU pada jam kerja oleh siswa yang bersangkutan. Sebelum SKHUN Asli diambil, siswa yang bersangkutan terlebih dahulu harus sidik jari . Demikian, terima kasih.
                                                                              ttd.
                                                                              Panitia

Selasa, 13 September 2016

Pramuka SMPN 1 Kayen Juara 1 pada Kemah di Lapangan Kayen Tahun 2016

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web. Dokumentasi oleh Bu Silvi. Salah satu kegiatan sekolah yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 1 Kayen adalah Kepramukaan. Inilah Fofo Dokumentasi dari Kemah selama beberapa hari di Lapangan kecamatan Kayen dan SMP Negeri 1 Kayen berhasil sebagai Juara 1. Selamat...











Sabtu, 10 September 2016

Sosialisasi Program Sekolah dan Rapat Pleno Komite SMPN 1 Kayen Tahun 2016

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web. Foto Dokumentasi oleh Bu Silvi.
Hari ini, mulai pukul 09.00 di halaman SMP Negeri 1 Kayen diselenggarakan Sosialisasi Program SMP Negeri 1 Kayen dan Rapat Pleno Komite SMP Negeri 1 Kayen Tahun Pelajaran 2016/2017. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Masyarakat dan Orang Tua Siswa. Oleh karena itusSudah selayaknya apabila sekali tempo orang tua siswa perlu rembug bareng dengan sekolah untuk mencari solusi dari beberapa permasalahan yang dihadapi oleh sekolah.















Sabtu, 13 Agustus 2016

Latihan Menyanyi Lagu Perjuangan Untuk Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke 71 . 17 Agustus 2016

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web. Para pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang berbahagia, Ini adalah beberapa gambar latihan menyanyi Lagu Lagu Perjuangan Republik Indonesia oleh Regu Paduan Swara SMP Negeri 1 Kayen, pada hari ini  dari sekitar pukul 10.30 hingga pukul 12,00 WIB di depan Ruang Guru SMP Negeri 1 Kayen yang diiringi oleh Organ oleh Bp.Muh Kuwat Teguh dan Bp WB Wasitohadi. 









Dua Rekaman Video yang telah Admin Web abadikan sebagai Dokumentasi Sekolah dan sekaligus Admin Upload di You Tube. Karena masih dalam taraf latihan, tentunya masih ada terdapat beberapa kekurangan yang perlu pembenahan,

Lagu Rayuan Pulau Kelapa diciptakan oleh Bp. Ismail Marzuki.



Lagu Indonesia Pusaka diciptakan oleh Bapak Ismail Marzuki


Semoga dengan latihan intensif dan sungguh sungguh akan diperoleh hasil yang maksimal pada saat Upacara Bendera sebagai acara puncak Peringatan HUT RI ke 71, Rabu, 17 Agustus 2016. Good preparation for good result, Better preparation for better result and The best preparation for the best result. Pilihan yang terakhir tentu menjadi pilihan kita. Untuk memperoleh hasil yang terbaik maka persiapanpun yang paling baik juga. Demikian, semoga posting ini bermanfaat.

Posting terkait : RENUNGAN HARI ULANG TAHUN RI, KE 71 TAHUN 2016

Selasa, 09 Agustus 2016

Full Day School Antara Cita Cita Dan Realita Di Lapangan

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
Full Day Shcool adalah sebuah kalimat yang berasal dari Bahasa Inggris. Full dapat diterjemahkan penuh, Day diterjehkan dengan Hari dan School adalah Sekolah. Bila istilah itu digabungkan maka akan diperoleh istilah Sekolah Seharian Penuh atau Sekolah Selama Sehari Penuh. gagasan ini diperuntukkan para siswa yang duduk di Pendidikan Dasar yaitu SD/MI sederajat, SMP/MTS sederajat baik negeri maupun swasta. Istilah ini santer dipublikasikan oleh media masa baik itu cetak, radio, televisi atau di dunia maya (internet) hingga mencuat ke permukaan  sampai menjadi gagasan tersebut menjadikan pro dan kontra di masyarakat.

Ada beberapa alasan yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhadjir Effendy. Seperti yang diberitakan  oleh Edukasi Kompas Com baru baru ini, alasan yang mendasari diterapkannya "Full Day School"  diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Anak didik tidak sendiri berada dirumah selama orang tua masih bekerja diluar.
2. Anak didik secara perlahan akan terbangun karakternya.
3. Anak didik akan melakukan kegiatan yang positip (misalnya mengaji bagi para siswa yang beagama Islam) atau kegiatan lain.
4, Anak didik akan bisa mengerjakan tugas tugas disekolah sampai dijemput oleh orang tua ke sekolah dan pulang bersama.

Gambar : Mendikbud Bapak Muhadjir Effendy
Istilah Full Day School supaya tidak digunakan lagi (demikaian anjuran Bapak Mendikbud) Beliau menganjurkan istilah "Penambahan Jam Kegiatan Co Extrakurikuler di Sekolah" pada jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2016) (Kompas Com).

Para pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang berbahagia. Gagasan atau ide dari Bapak Mendikbud tersebut adalah gagasan yang baik. Penambahan jam Kegiatan Extra Co Kurikuler Sekolah, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh banyak SD/MI atau SMP/MTS, Kegiatan Extra Kurikuler yang wajib dilaksanakan adalah Kegiatan Kepramukaan. Sedangkan kegiatan lain yang dapat diikuti adalah adanya Kegiatan Sanggar, Extra Tari, Extra PMR, Penambahan Jam Pelajaran (Les mata Pelajaran), Kegiatan Olah Raga, Kegiatan Keagamaan dan Kegiatan lain yang positip. 


Jam Pelajaran di SD/MI atau SMP/MTS dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir hingga sekitar pukul 12.00/13.00 WIB. Apabila siang hari dan sore hari ditambah dengan 2 atau 3 jam Kegiatan Co Kurikuler Sekolah, maka para siswa dan guru akan pulang hingga pukul 16.00 WIB atau pukul 17.00 WIB Ini dengan asumsi Isoma (Istirahat Sholat Makan) selama 1 jam sehingga mulai kegiatan Co Kurikuler Sekolah jam 14,00 WIB. 


Selama istirahat,sholat dan makan, apabila kegiatan benar benar diwajibkan dilaksanakan setiap harinya maka sekolah perlu menyediakan tempat yang memadai untuk makan, sholat dan tempat yang cukup nyaman untuk istirahat, Tidak hanya itu, apabila kegiatan itu dilaksanakan secara terus menerus setiap harinya maka akan dibutuhkan biaya atau dana yang demikian besar. Apabila dana BOS dirasa masih kurang tentu dana akan dibebankan kepada orang tua siswa atau wali murid. 


Tidak hanya kebutuhan tersebut diatas, kebutuhan untuk buang air besar dan air kecil (WC/Toilet dan Kamar Mandi) dengan dilengkapi oleh persediaan air bersih yang cukup adalah suatu keharusan. Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi apabila kebutuhan yang satu ini tidak terpenuhi dengan baik? Maka akan berakibat fatal yaitu para siswa, guru dan atau karyawan di sekolah tersebut akan merasa sedih dan sangat tersiksa.


Para pembaca yang budiman, tidak semua orang tua siswa mampu. Bahkan beberapa orang tua peserta didik hidup dibawah garis kemiskinan. Dengan kondisi yang demikian banyak siswa setelah pulang sekolah di sore hari mereka harus bekerja membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan sekolah. Dengan seharian berada di sekolah maka mereka tidak bisa membantu orang tua mereka.


Kita juga mengetahui bahwa sekita 60 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Banyak siswa butuh waktu 30 menit hingga 120 menit (setengah hingga 1 setengah jam) untuk sampai disekolah dari rumah mereka. Dengan pulang pukul 16.00 WIB/17.00 WIB, maka mereka akan tiba dirumah pada malam hari.


Para orang tua siswa terutama yang masih mempunyai anak SD/MI, sebagian besar dari mereka telah mengirim putra putrinya mengaji di mushola atau masjid (bagi yang beragama Islam). Apabila full day school dilaksanakan, maka tidak ada kesempatan bagi siswa SD/MI mengaji di sore hari.


Pendidikan merupakan tanggung jawab Pemerintah, Orang Tua dan Masyarakat. Kita semua pasti menginginkan tercapainya Tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan


Para pembaca yang budiman, Gagasan Full Day School (Penambahan Jam Co Kurikuler di Sekolah) adalah gagasan yang baik, tetapi kalau kita melihat kenyataan di lapangan yang beberapa Admin tulis diatas......Silakan para pembaca yang menyimpulkan sendiri.........Demikian, semoga posting ini bermanfaat dan semoga dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan dan kebijakan di Negeri Kita Tercinta Indonesia. 

Jumat, 29 Juli 2016

Renungan Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Ke 71, Tahun 2016

Ditulis dan dipostingkan kembali oleh Admin Web.
Animasi Merah Putih
Sumber : http://simomot.com/
Tulisan ini pernah penulis postingkan pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada dua tahun lalu. Dikarenakan ulasan masih relevan dengan situasi dan keadaan sekarang, maka tidak ada salahnya apabila Admin mempostingkan kembali tulisan tersebut dengan revisi seperlunya. 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para Pahlawan nya. Tiga ratus lima puluh tahun atau setengah abad bangsa kita berada dibawah kekuasaan dan penjajahan Kolonial Belanda. Tiga setengah tahun kita berada dibawah cengkeraman bangsa  Jepang. Sebelum kedua bangsa itu menjajah bangsa kita, bangsa kita adalah bangsa yang merdeka. Keberadaan Kerajaan Nasional Sriwijaya  dan  Kerajaan Nasional  Majapahit adalah sebagai bukti bahwa bangsa  kita adalah bangsa yang besar,bangsa yang berdaulat dan bangsa yang merdeka.

Di masa penjajahan, segala sesuatu diatur, dari aturan sosial kemasyarakatan,pendidikan,perdagangan  hingga pemerintahan. Kita tidak boleh membantah. Kita harus tunduk patuh. Kita harus menuruti segala aturan mereka. Kita ibarat sapi perah. Kerja rodi pada masa Penjajahan Belanda dan Rhomusha pada masa Penjajahan Jepang, adalah bukti dari semua itu. Kerja Rodi dan Rhomusa adalah kerja paksa tanpa upah. Boleh dikata kita menjadi budak dan buruh di negeri sendiri. Sebagian besar  kekayaan alam dikeruk untuk kemakmuran bangsa Penjajah. Pedih,perih,pilu,menyakitkan. Untuk melanggengakan kekuasaan, mereka menggunakan taktik Devide At Impera, Memecah belah dan menguasai. Mengadu domba dan kemudian mereka menguasai.

Dari ketidak adilan, kesengsaraan, timbul perlawanan sengit yang muncul dari setiap daerah di negeri ini.Tak hanya harta benda, nyawapun dipertaruhkan untuk perjuangan melawan kezaliman penjajah. Pangeran Antasari,Patimura,Hasanudin,Pangeran Diponegoro,Faletehan,Cut Nya Din, Tuanku Imam Bonjol dan masih banyak lagi pahlawan nasional yang lain rela mengorbankan nyawa untuk negeri ini. Karena perjuangan yang masih terkotak kotak, walau dengan segala upaya dan segala persenjataan, perlawanan dapat diredam dan ditumpas oleh  Penjajah. Untuk mengenal nama-nama Pahlawan Nasional dan kegigihan melawan Penjajah silakan : Klik Disini

Keinginan untuk merdeka lepas dari penjajah,  ada satu senjata yang ampuh yaitu Persatuan dan Kesatuan.Menyadari kelemahan perjuangan yang bersikap kedaerahan, perlu diwujudkan perjuangan secara menyeluruh, perjuangan secara nasional. Oleh karena itu, pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan Sumpah Pemuda dengan isi  Sumpah:  Bertanah air satu Tanah Air Indonesia,Berbangsa satu Bangsa Indonesia, dan berbahasa satu Bahasa Indonesia. Penggalangan persatuan bangsa nampaknya tidak dapat ditawar lagi, Sejak saat itulah sebagian besar masyarakat Indonesia menyadari bahwa hanya dengan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan perjuangan yang luar biasa akan mengusir penjajahan dari bumi pertiwi.


Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs Moh. Hatta  atas nama Bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia tentu saja dengan dukungan seluruh masyarakat Indonesia pada waktu itu. Tak sedikit pengorbanan harta, jiwa dan raga para pejuang kemerdekaan yang dengan penuh semangat mengusir penjajah dari Republik Indonesia tercinta ini.


Gambar : Ir. Soekarno
Gambar : Drs. Mohammad Hatta
Dalam kita  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ....Agama boleh beda, kepercayaan  boleh beda, suku boleh beda, bahasa boleh beda, warna kulit boleh beda, adat istiadat boleh beda,warna kulit boleh beda, jenis rambut boleh beda, partai boleh beda, ras boleh beda,warna boleh beda....Tapi kita tidak ingin bercerai berai,kita tidak ingin menderita, kita tak ingin lagi berada dibawah tekanan Penjajah, kita ingin tetap hidup merdeka. Walau kita berbeda agama, berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda adat istiadat....Tetapi kita tetap satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Kita juga satu bendera yaitu bendera Merah Putih.Walau kita kadang tak sependapat, kita telah  mampu dan sudah selayaknya hidup rukun berdampingan. Saling membantu,saling menolong satu sama lain dalam berbuat kebaikan. Tak memandang suku, tak memandang agama, tak memandang bahasa, tak memandang perbedaan yang ada, kita hidup rukun. Berbeda dalam Persatuan. Persatuan dalam Perbedaan. Unity in Deversity.

Walau bangsa Indonesia tidak ingin dijajah, bukan berarti kita bisa hidup sendiri. Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa kita adalah merupakan  bagian dari dunia. Kita butuh bangsa dan negara lain untuk saling bekerja sama dan saling membantu dan selalu hidup rukun dengan negara negara lain di dunia ini. 
Politik luar negeri yang bebas dan aktif, menjadikan bangsa kita yang merupakan bagian dari dunia  mengisyaratkan untuk saling bekerja sama, saling menghargai dan saling menghormati dengan bangsa dan negara lain di dunia ini.


Memang cita -cita para pendiri bangsa ini yang tertera pada Pembukaan UUD 1945 belum sepenuhnya terwujud. Tetapi bila kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara kita bandingkan dengan di alam penjajahan adalah 180 derajat. Menurut buku sejarah yang kita baca dan menurut beberapa pelaku sejarah yang sekarang masih hidup, di masa Penjajahan tak tersedia secara melimpah nasi, jagung dan ketela atau sagu  untuk dimakan. Bila tak ada makanan, bonggol pisang juga dimasak dan dimakan. Pada masa penjajahan, pakaian yang dikenakan adalah kain goni. Sekarang kita memakai pakaian dari kain.


Telah banyak yang telah dicampai oleh masyarakat setelah kemerdekaan. Bangsa kita telah diakui sebagai bangsa yang berdaulat dan bangsa yang merdeka oleh sebagian besar bangsa bangsa di dunia.Bendera merah putih telah dikibarkan sejajar dengan bendera bendera kebangsaan dari seluruh dunia di kantor pusat Perserikatan Bangsa Bangsa di New York Amerika Serikat. Banyak masyarakat dari bangsa lain yang mengunjungi Indonesia. Sebagian dari mereka terkagum kagum dengan keindahan bumi pertiwi, keramahan masyarakat dan beraneka warna adat istiadat dan dengan hidup rukunnya masyarakat Indonesia dengan latar belakang agama yang berbeda. Persediangan sandang, pangan, tempat tinggal yang cukup, udara segar, serta layanan pendidikan dan kesehatan yang cukup memadai.

Tetapi ada permasalahan permasalahan yang masih perlu dipecahkan bersama, misalnya:
1. Hutang Luar Negeri Bangsa Indonesia yang cukup besar yang perlu dicicil, dikurangi atau bahkan kalau bisa segera dapat dilunasi.
2. Sebagian masyarakat yang hidup dalam kemiskinan.
3. Bertambahnya angkatan kerja yang demikian besar setiap tahunnya,
4. Masih besarnya biaya pendidikan di beberapa satuan pendidikan ( terutama biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi)
5. Menurunnya rasa nasionalisme bangsa dengan adanya beberapa kelompok atau orang yang sengaja memberikan ijin demikian mudah kepada perusahaan dalam negeri atau perusahaan asing dengan tidak mempedulikan kepentingan masyarakat banyak dan kepentingan nasional.
6. Kemalasan untuk beribadat, belajar, bekerja, bergotong royong yang dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia.
7. Dengan adanya Otonomi Daerah, disinyalir ada Bupati, Gubernur atau Wali Kota yang menyalahgujnakan jabatan dan wewenangnya untuk menjual belikan jabatan tertentu untuk kepentingan pribadi, kelompok atau golongannya. Dengan jual beli jabatan, tentu saja orang yang membeli jabatan tersebut akan membabi buta untuk segera mengembalikan uangnya, sehingga kemungkinan besar mengabaikan kepentingan rakyat banyak dan bisa juga merugikan negara.

Mari kita peringati Hari Kemerdekaan yang ke 71 dengan sepenuh hati. Kita peringati Hari Kemerdekaan dengan mengucapkan rasa bersyukur kepada Allah SWT, Kita peringati Hari Kemerdekaan ini dengan tetap mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dan selalu bekerja keras serta seta berusaha menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan kita masing-masing untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengisi kemerdekaan. 

Terima kasih kepada semua para pahlawan negeri ini. Semoga Yang Maha Kuasa mengampuni dosa para Pahlawan Indonesia dan menempatkan ke tempat yang membahagiakan di kehidupan setelah kematian. Semoga bangsa kita tetap merdeka sampai akhir zaman....HIDUP TERUS NEGERI TERCINTA KITA......INDONESA

Senin, 25 Juli 2016

PENGUMUMAN PENGAMBILAN RAPOR DAN IJAZAH ALUMNUS TAHUN 2016 SMP NEGERI 1 KAYEN

Assalamualaikum WrWb.

Diumumkan kepada Semua Siswa Alumnus SMP Negeri 1 Kayen Tahun 2016 (Semua Siswa Kelas IX Tahun Pelajaran 2015/2016) Wajib Segera Mengambil Ijazah Dan Rapor di Wali Kelas masing masing dan atau di Staff TU, pada hari efektif dan pada jam kerja. Ijazah dan Rapor diambil sendiri oleh siswa yang bersangkutan dan tidak boleh diwakilkan.
Demikian, terima kasih.

Wassalamualaikum WrWb.

Saran : Bagi para siswa alumni tahun 2016 SMP Negeri 1 Kayen, yang sudah masuk efektif di SMA,SMK,MA,Ponpes atau sekolah yang lain sebaiknya mohon ijin dari sekolah yang bersangkutan untuk mengambil ijazah dan rapor.

Mengapa Ijazah Perlu Segera Diurus dan Segera Diambil ? 

: Temukan Jawabnya Klik Disini

Rabu, 20 Juli 2016

Halal Bihalal MKKS SMP Kabupaten Pati Tahun 2016 Ditempatkan di SMP Negeri 1 Kayen

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web
Hari ini, Rabu 20 Juli 2016  pukul 09.00 WIB s.d. selesai di SMP Negeri 1 Kayen ditempati Acara Halal Bihalal MKKS SMP Kabupaten Pati. Sebagai pemberi tausiah adalah Bapak K.H. Abdul Basir. Dalam kesempatan ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah SMP dari Kabupaten Pati dan dihadiri oleh Bupati Pati Bapak H. Haryanto S.H.MSi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Bapak Drs Sarpan, S.H. M.M. 

Acara pertama dibuka dengan bacaan Basmalah oleh Pembawa Acara Ibu Chumaeroh Selanjutnya Pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ibu Siti Fajriah, Lagu Indonesia Raya, Macapatan oleh Ananda Wahyu Kustika Pradana siswa SMP N 1 Kayen kelas 8, sambutan Ketua MKKS Bapak Winarno, setelah itu acara Hikmah halal bihalal dan do'a oleh Bapak K.H. Abdul Basir.

Acara ini dimeriahkan oleh Group Musik Kroncong Pesona Gabuse yang dimotori oleh Bapak Didik dan dengan para penyanyi Ibu Niken Henta Pramudiyani dari SMPN 1 Margoyoso, Pak Edy dari SMPN 1 Gabus, Pak Dargo dari SDN Pati Lor, Bapak WB Wasitohadi, Bu Sofia Bardina dll.

Inilah beberapa gabar dokumentasi  dari kegiatan ini yang diambil oleh Bu Silvia Maria Ulva