Gambar

SAAT BERWISATA KE BALI DI PENYEBERANGAN BANYUWANGI

Gambar

BERGAMBAR BERSAMA DI HARI GURU NASIONAL 2014

Gambar

GAMBAR BERSAMA SETELAH PELEPASAN KELAS IX TAHUN 2013

Gambar

SMPN 1 KAYEN BERWISATA KE PANTAI KUTA PULAU BALI.

Gambar

JUARA 3, LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA, KAB. PATI 2013

Gambar

BERBUSANA ALA RA KARTINI,PADA PERINGATAN HARI KARTINI

Gambar

JUARA UMUM PENCAK SILAT BUPATI CUP 2014 KABUPATEN PATI

Gambar

SERAH TERIMA PENGURUS OSIS LAMA KE PENGURUS OSIS BARU

Rabu, 28 Januari 2015

Ujian Nasional Perlu Dipertahankan Atau Perlu Ditiadakan?

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
     Para pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang berbahagia.  Beberapa tahun terakhir setelah Ujian Nasional, hasil diserah terimakan kepada Kepala Sekolah penyelenggara Ujian Nasional baik berupa print out maupun sebuah CD. Dengan CD analisis tersebut dapat dilihat berapa rangking sekolah. Sekolah ditempat Admin mengajar, Insya Allah, berbuat sesuai dengan aturan main pada pelaksanaan Ujian Nasional. Jujur dan fair play. Sekitar 10 tahun lalu, dimana kejujuran dan ketaatan pada Ujian Nasional masih dilaksanakan, sekolah ditempat kami mengajar pernah rangking 6 Kabupaten, dan rata rata Mapel B Inggris perolehan Ujian Nasional, pernah rangking 4 Kabupaten. Tetapi dengan kenyataan di lapangan Sekolah dimana kami mengajar Rangking kami tidak seperti puluhan tahun lalu. Beberapa sekolah di Kabupaten, diperkirakan segala permainannya rangkingnya berada diatas sekolah ditempat kami mengajar. Dengan kenyataan inilah, kami sebagai salah satu guru perlu mengangkat permasalahan ini.  

     Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 32 Tahun 2013,Pasal 72 tertulis :
(1) Peserta Didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
a. menyelesaikan seluruh program Pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran;
c. lulus ujian sekolah/madrasah; dan
d. lulus Ujian Nasional.
(1a)Khusus Peserta Didik dari SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat dinyatakan lulus setelah memenuhi ketentuan pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c.
(2) Kelulusan Peserta Didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

     Dengan demikian, Ujian Nasional adalah salah satu tahapan yang harus ditempuh oleh Peserta Didik dari setiap jenjang di Satuan Pendidikan untuk dapat lulus. Inilah salah satu alasan pentingnya Ujian Nasional adalah sebagai salah satu penentu kelulusan Peserta Didik.

     Selain manfaat tersebut ada manfaat lain yang diperoleh yaitu sebagai pemetaan mutu sekolah. Penyelenggaraan Ujian Nasional sangat penting untuk mengetahui apakah sekolah itu sudah memenuhi standar nasional atau berada di bawah. Dengan menggunakan standar itu, kita bisa mengukur mutu sekolah Dari hasil Ujian Nasional, setiap sekolah mendapatkan semacam rapor yang memperlihatkan mutu sekolah tersebut dengan melihat perolehan nilai siswanya dalam Ujian Nasional. 

     Hasil Ujian Nasional juga menentukan seorang siswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi negeri karena mulai tahun 2014 hasil Ujian Nasional terintegrasi dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Jadi hasil Ujian Nasional juga menentukan apakah seorang siswa diterima atau tidak di suatu perguruan tinggi negeri 

     Hasil Ujian Nasional juga digunakan sebagai evaluasi sekolah. Misalkan jika nilai rata-rata yang diperoleh sekolah saat Ujian Nasional berada di bawah nilai rata-rata kabupaten, berarti sekolah tersebut harus mendapat perhatian khusus. Sedangkan jika nilainya berada di atas rata-rata provinsi, sekolah tersebut bisa menjadi sekolah percontohan. 

     Menurut Pendapat Bapak Jusuf Kalla seperti yang telah diberitakan oleh situs www.republika.co.id, 5 Mei 2014 :
"Jika tidak ada Ujian Nasional, maka akan sulit melihat standar pendidikan di suatu daerah dan pemerintah sendiri akan kesulitan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diketahui tidak merata," katanya.

Jusuf Kalla mengatakan, tujuan dilaksanakannya UN adalah untuk mengukur tingkat pendidikan secara nasional sampai ke daerah.

"Daerah mana saja yang tingkat kualitas pendidikannya rentah maka akan ketahuan setelah ujian itu. Nah itu menjadi tugas pemerintah untuk secara bersama-sama meningkatkannya," kata dia.

     Oleh karena itu, Ujian Nasional sangat penting untuk dilaksanakan karena hasilnya bisa dijadikan sebagai pemetaan dan evaluasi sekolah. Dengan demikian, sekolah bisa memiliki potret dirinya, dan mengukur mutu sekolahnya, sehingga bisa memperbaiki diri sesuai pemetaan dari hasil UN.

     Dengan deskripsi diatas, dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa manfaat UN adalah:
1. salah satu penentu kelulusan peserta didik.
2. sebagai syarat untuk masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi
3. evaluasi sekolah
4. sebagai pemetaan mutu sekolah
5. pengukur pencapaian pendidikan dari pusat sampai daerah

     Tetapi pertanyaan kita adalah apakah hasil dari Ujian Nasional selama ini dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya? Apabila setiap satuan pendidikan bersikap jujur dan melaksanakan Ujian Nasional dengan sesuai ketentuan yang berlaku, Insya Allah, manfaat manfaat UN dapat dicapai atau didapatkan. Tetapi yang terjadi di lapangan tidaklah seperti yang kita diharapkan.

     Dari puluhan kali Ujian Nasional yang telah dilaksanakan di negeri ini, disinyalir atau ditengerai adanya pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dengan membocorkan soal Ujian Nasional atau kunci jawaban, Yang aneh adalah apabila seorang oknum tersebut tertangkap dan terbukti melakukan kecurangan, tidak ada tindakan atau sangsi yang tegas dari pihak yang berwajib.

     Para pembaca website yang budiman, Tujuan Pemerintah dengan menyelenggarakan Ujian Nasional dengan biaya milyaran rupiah  adalah untuk mencapai manfaat manfaat Ujian Nasional tersebut diatas. Tetapi bisakah semua manfaat tersebut diraih atau dicapai? 

     Dalam pelaksanaan Ujian Nasional di lapangan, disinyalir adanya praktik-pratik yang sangat merugikan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Praktik-praktik tersebut diantaranya  adalah sbb :
a. Pembocoran soal atau kunci jawaban. Dengan dibocorkannya soal dan kunci jawaban yang diperjualbelikan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, para siswa yang rajin dan mau jujur dalam mengerjakan soal tentu akan memperoleh hasil UN dibawah para siswa yang memperoleh kunci jawaban. 
b. Rata-rata perolehan nilai UN dengan dibocorkannya soal atau kunci jawaban oleh orang orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab, jelas akan menimbulkan ketidak adilan. Satuan-satuan pendidikan atau sekolah-sekolah yang masih memegang teguh aturan Ujian Nasional, rata-rata perolehan nilai UN akan berada dibawah sekolah-sekolah yang menghalalkan segala cara dengan membeli atau memanfaatkan bocoran soal atau bocoran kunci jawaban.
c.Dengan perolehan nilai UN yang tidak fair akan berakibat evaluasi sekolah dengan mengukur rata-rata perolehan nilai UN pada sekolah tertentu , tidak lagi mencerminkan kemampuan sekolah yang sebenarnya.
d. Anak-anak yang kurang belajarnya dengan memperoleh bocoran kunci atau bocoran soal dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, jelas mereka akan bisa memilih sekolah sekolah yang favorit dengan leluasa. Sementara itu, para peserta didik yang rajin dengan mengandalkan kemampuan diri, tentu akan kesulitan memilih sekolah favorit.
e. Apa yang terjadi bila sekolah-sekolah dengan nilai Ujian Nasional melampau nilai rata-rata kabupaten dijadikan kiblat atau contoh? Bila sekolah tersebut benar-benar falid (jujur dalam pelaksanaan Ujian Nasional) maka bisa diterima. Tetapi nilai rata rata Ujian Nasional yang tinggi karena bermain curang adalah tidak bisa kita terima, kan?
f. Dengan disinyalirnya "praktek kecurangan pelaksanaan UN dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab' jelas pengukuran capaian Hasil UN dari pusat maupun daerah tidak lagi menjadi falid.

   Jika kecurangan tersebut benar-benar terjadi, jelas manfaat-manfaat  dari dilaksanakannya Ujian Nasional tidak akan pernah tercapai. Miliaran rupiah telah dikeluarkan untuk Program Pendidikan tersebut. Belum tenaga pemikiran dan waktu. Untuk membuktikan kebenaran adanya kecurangan kecurangan tersebut, perlu diadakan penelitian-penelitian  lebih lanjut di lapangan oleh pihak yang berwajib. Untuk responden peneliian, ambil saja para siswa dari beberapa sekolah negeri yang notabene favorite di tiap kota atau kabupaten. 

     Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kejujuran yang telah dilaksanakan oleh peserta Ujian Nasional atau seberapa jauh kecurangan Ujian Nasional yang selama ini telah dilaksanakan di negeri kita tercinta Indonesia. Dengan demikian kita akan memperoleh umpan balik yang sebenarnya. Apakah Ujian Nasional perlu dipertahankan atau Ujian Nasional perlu ditiadakan atau dihapus? Silakan para pembaca menyimpulkannya sendiri.....Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.....terutama bagi Stake Holder (Pemegang Kebijakan) di dunia pendidikan.

Sabtu, 24 Januari 2015

Sekilas Tentang Koperasi Guru dan Karyawan "KPRI Bina Warga" SMP Negeri 1 Kayen

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
Para pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang berbahagia. Pada hari ini, Sabtu 24 Januari 2015, Pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Koperasi Guru dan Karyawan SMPN 1 Kayen “KPRI Bina Warga” menyelenggarakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) Tutup Tahun Buku 2014. Dari berdiri hingga sekarang  KPRI Bina Warga memiliki 68 anggota.

Menurut Laporan Pertanggungjawaban Pengurus,Permodalan yang dimiliki hingga 31 Desember 2014 adalah lebih dari ½ milyar tepatnya adalah Rp. 551.141.485,00.  Modal tersebut adalah modal sendiri berasal dari Simpanan Anggota KPRI Bina Warga dan sebagian hasil usaha dari berdiri hingga sekarang. Ada beberapa jenis usaha yang dikelola yaitu Simpan Pinjam, Pertokoan, Pengadaan barang  dan  Penjualan Pulsa. Setiap anggota boleh meminjam (Pinjaman Uang dan Barang) hingga mencapai RP. 17.000.000,- dengan jasa 1% dengan mengangsur setiap bulan dalam jangka waktu hingga 3 tahun.

Dari berdiri hingga sekarang KPRI Binawarga adalah salah satu Koperasi di Kabupaten Pati yang sangat sehat.

Struktur Pengurus KPRI Bina Warga masa bakti 2013-2015 adalah sbb:
Pembina Koperasi : Kepala SMP Negeri 1 Kayen
Ketua : Teguh Suroso,S.Pd.
Wakil Ketua : WB Wasitohadi
Sekretaris I : Puji Dwi Hastuti,S.E., S.Kom.
Sekretaris II : Dra Eni Maryastuti
Bendahara : Setyo Utami,S.Pd.
Anggota Pengurus I : Nurofiah,S.Pd.
Anggota Pengurus II : Choirin Hindayati,SE.
Koordinator Pengawas : Hj. Siti Saadah,S.Pd.
Anggota Pengawas I: Hj. Sri Murtini,S.Pd.
Anggota Pengawas II : Choirun Nazuli,S.Pd.I

Menurut pendapat Admin Web, Mengingat Kopersi adalah salah satu lembaga perekonomian Negara Republik Indonesia,  sudah selayaknya Koperasi yang sangat sehat perlu  dikembangkan di setiap Satuan Pendidikan, demi untuk sedikit membantu Kesejahteraan Semua Anggotanya.

Inilah beberapa gambar pada saat RAT tersebut: (To be Continued)

Selasa, 13 Januari 2015

Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 2015

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web. Kemarin, di halaman tengah SMP Negeri 1 Kayen, diselenggarakan Peringatan Maulud Nabi Muhammad Sollallohu Alaihi Wassalam. Dalam peringatan tersebut, para siswa membawa tikar dan snak sendiri dari rumah. Penceramah adalah Bp. Kyai Abdul Basith dari Kudus. Pada kegiatan peringatan tersebut dimeriahkan dengan Rebana SMP N 1 Kayen. Dalam tausiahnya, Penceramah secara singkat mencritakan  Kelahiran Rosullulloh Muhammad SAW dan Akhlak yang dimiliki Beliau diantaranya memiliki sifat Sidik,Tabliq,Amanah dan Fatonah.

Kamis, 08 Januari 2015

Naskah Soal Ujian Nasional Bahasa Inggris SMP/MTS Tahun Pelajaran 2013/2014

Dipostingkan oleh Admin Web.
     Para pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang budiman. Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015 untuk jenjang SMP, Insya Allah akan dilaksanakan awal bulan Mei 2015. Menurut pendapat Admin,Ujian Nasional tidak perlu ditakutkan. Tetapi Ujian Nasional perlu dipersiapkan. Persiapan yang baik untuk hasil yang baik. Persipan yang lebih baik untuk hasil yang lebih baik. Apabila kita menginginkan hasil yang terbaik tentu Persiapan untuk menghadapi UN pun harus yang paling baik pula. The best preparation for the best result.

     Salah satu cara persiapan menghadapi Ujian Nasional tersebut adalah dengan menelaah model soal tahun tahun sebelumnya. Inilah Naskah Soal Ujian Nasional SMP/MTS Tahun Pelajaran 2013/2014 dalam bentuk File Microsof Word. Dengan jenis file ini, materi dapat diedit disesuiakan dengan keinginan untuk tambahan latihan dan sebagai Materi Pengayaan untuk menghadapi Ujian Nasional Bahasa Inggris pada tahun 2015.

     Bila para pembaca khususnya para teman pengajar Bahasa Inggris Kelas 9 SMP/MTS atau para siswa yang menghadapi Ujian Nasional tahun 2015 yang belum mempunyai dan membutuhkannya dapat mendownload secara gratis. File ini Admin peroleh pada saat Bedah SKL Ujian Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pati bulan Desember 2014  dari Penyaji Materi. Semoga naskah soal ini bermanfaat. 
     Paket 1 : Download Disini
     Paket 2 : Download Disini
     Paket 3 : Download Disini
     Paket 4 : Download Disini
     Paket 5 : Download Disini
     Paket 6 : Download Disini
     Paket 7 : Download Disni
     Paket 8 : Download Disini
     Paket 9 : Download Disini
     Paket 10 : Download Disini
     Paket 11 : Download Disini
     Paket 12 : Download Disini
     Paket 13 : Download Disni
     Paket 14 : Download Disini
     Paket 15 : Download Disini
     Paket 16 : Download Disini
     Paket 17 : Download Disini
     Paket 18 : Download Disini
     Paket 19 :Download Disini
     Paket 20 : Download Disini
     Paket 21 : Download Disini

Jumat, 26 Desember 2014

PENGUMUMAN RAPAT PEMBAGIAN TUGAS SEMESTER 2

Assalamualaikum wrwb.
Dimohon dengan hormat atas kehadiran Bapak Ibu Guru dan Karyawan SMP Negeri 1 Kayen pada ;
     Hari           : Jum'at
     Tanggal    : 2 Januari 2015
     Pukul        : 09.00 s.d. selesai
     Tempat     : Ruang Guru
     Keperluan : Rapat Pembagian Tugas Semester 2
Demikian,atas kehadiran Bapak Ibu Karyawan diucapkan Terima Kasih. 
Wassalamualaikum WrWb.

Kepala SMP Negeri 1 Kayen,
H. Masturi,S.Ag.M.Pd.

(Sumber penulisan : papan pengumuman ruang guru)

Sabtu, 13 Desember 2014

Permasalahan Permasalahan Muncul dan Upaya Pemecahannya Akibat Penghentian Kurikulum 2013

Ditulis dan Dipostingkan oleh : Admin Web.
Para pembaca Web SMPN 1 Kayen yang berbahagia. Satuan- Satuan Pendidikan di Indonesia dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tampaknya mengalami masalah yang demikian serius dengan adanya kebijakan dari Kemendikbud Dikdas dan Dikmen untuk Penghentian Kurikulum 2013 pada Pertengahan Tahun Pelajaran 2014/2015. Menurut sinyal yang ada, semua jenjang pendidikan tersebut seharusnya kembali menggunakan Kurikulum 2006 atau KTSP kecuali sekolah-sekolah yang sudah menjadi piloting Pelaksanaan Kurikulum 2013 boleh melanjutkan Kurikulum 2013.

Untuk mengetahui sumber resmi Penghentian Kurikulum 2013 dari Kemendikbud silakan kunjungi Website Kemendikbud yang telah Admin link : Klik Disini

Para Pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang budiman. Kurikulum 2013 baru berumur kira-kira satu setengah tahun. Sebenarnya apa yang menjadi titik lemah pada Kurikulum 2013? Menurut pendapat Admin Web, ada beberapa kelemahan dari Kurikulum 2013, diantaranya adalah:
1. Pengurangan jam Pelajaran Bahasa Inggris di SMA/SMK dari 4 jam per minggu menjadi 2 jam per minggu, padahal kita tahu bahwa Bahasa Inggris adalah salah satu Bahasa Internasional. Secara logika kita dihadapkan Era Globalisasi. Mau tidak mau kita harus mampu berbahasa Internasional minimal Bahasa Inggris. Selain itu para siswa kelas IX yang ingin melanjutkan kuliah, di Perguruan Tinggi, banyak literatur buku,majalah, atau di internet yang tertulis dalam Bahasa Inggris.
2. Penghilangan Jam Pelajaran TIK atau Komputer pada jenjang SMP dan SMA. Padahal kita mengetahui bahwa tidak semua siswa bisa mengoperasikan Komputer untuk aplikasi Microsoft Word, Microsoft Power Point dan Excel. Menurut penulis para siswa masih perlu diajar komputer minimal 3 aplikasi diatas.Bapak Ibu Guru yang mengajar  mau dikemanakan ....? Seandainya harus mengajar prakarya....tentu tidak sesuai dengan skill Bapak/Ibu Guru....Bukankah yang baik adalah....The righ man on the right place......
3. Kelemahan ketiga adalah Penilaian yang demikian rumit. Kita ambil contoh dalam bidang studi Bahasa Inggris yang Admin ampu, kami harus menilai Pengetahuan,Sikap dan Ketrampilan juga Nilai deskripsinya. Bukan kita keberatan, kita bayangkan, Admin harus menilai ketiga ranah tersebut setiap kali pertemuan. Kalau Admin mengajar 6 Kelas dan tiap kelas terdiri dari 30 siswa, maka Admin harus mempunyai catatan 180 siswa. Kalau  guru disibukkan demikian, kapan kami mengajar dan mendidik siswa? Bukankah ada cara yang lebih sederhana misalnya seperti Sistem Penilaian pada Kurikulum 2006/KTSP?
4. Penyebaran buku-buku  Kurikulum 2013 yang kurang merata.
5. Guru didekte menggunakan beberapa Model Pembelajaran yang diseting dari Buku Guru ataupun Buku Siswa yang dianggap paling baik.

Meskipun ada kekurangan-kekurangn  pada pelaksanaan Kurikulum 2013, ada keuntungannya yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan Model Pembelajaran Discovery Learning yaitu siswa menemukan masalah dan mencari solusi pemecahannya secara berkelompok dengan bimbingan guru dan siswa mepresentasikan hasil diskusi dalam kelompok di depan kelas. Walau demikian kita seharusnya menyadari bahwa mengajar adalah sebuah seni. Kita seharusnya tidak terpaku pada sebuah model pembelajaran. Ada beberapa model yang lain yang lebih cocok dan lebih pas dengan situasi, kondisi, karesteritik mata pelajaran dan jumlah siswa yang kita didik dan kita ajar. Guru akan lebih mengetahui bagaimana mendidik dan mengajar siswa dengan Metode tertentu yang lebih pas dengan karesteritik mata pelajaran.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihan Pelaksanaan Kurikulum 2013, ada masalah masalah yang muncul yang sedang dihadapi oleh SD,SMP,SMA dan sederajat pada saat ini. Permasalahan-permasalahn tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Penulisan Nilai Rapor untuk kelas 7 dan 8 SMP/MTS pada Akhir Semester Gasal ini, apakah menggunakan Format Penilaian Kurikulum 2013 atau Menggunakan  Format Penilaian KTSP?
2. Bila Kurikulum 2013 diberhentikan pada Semester ini, maka Semester yang kedua Tahun Pelajaran 2014/2015 mesti ada aturan secara resmi termasuk petunjuk pelaksanaanya pada Struktur Kurikulum 2006 (KTSP) yang diberlakukan di SD,SMP dan SMA atau sederajat.
3. Surat secara langsung Kemendikbud perihal Pemberhentian Kurikulum 2013 kepada setiap Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia adalah baik tetapi sebaiknya jangan mengesampingkan Dinas Pendidikan yang ada di Kabupaten atau Kota juga Propinsi. Bagaimanapun juga Dinas Pendidikan yang ada di daerah adalah mitra dari Kemendikbud.
4. Adanya dua Kurikulum yang diberlakukan pada waktu yang bersamaan yaitu Kurikulum 2013 dan KTSP (Kurikulum 2006). Walaupun hal ini shah-shah saja ....pada kebijakan awal...Bagaimana bila hal ini  berlangsung terus menerus?

Menurut pendapat penulis, perlu secara cepat dan tepat mengupayakan pemecahan masalah tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Penilaian rapor Semester 1 seharusnya menggunakan Format Penilaian Kurikulum 2013. Untuk mengetahui contoh Format Penilaian Rapor Kurikulum 2013 : Silakan Klik Disini
2. Permendikbud Dikdas/Dikmen tentang pemberlakuan kembali Kurikulum 2006 (KTSP) segera diterbitkan, sehingga ada kepastian hukum pada Pembelajaran di Satuan Pendidikan baik jenjang SD,SMP,SMA,SMK.
3. Surat-surat dari Kemendikbud bisa lansung ke Sekolah tetapi Dinas Kabupaten Kota dan Propinsi ditembusi atau dari Dinas dilanjutkan ke Satuan Pendidikan.
4. Masalah No 4, akan menimbulkan sebuah masalah yang besar di kemudian hari. Mengapa? Yang jelas pada Sistem Penilian yang berbeda diatara dua Kurikulum tersebut dan Struktur Kurikulum  (Muatan Kurikulum) yang berbeda. Oleh karena itu, alangkah lebih baik bila Kemendikbud Dikdas dan Dikmen memberlakukan satu Kurikulum saja.

Secara subsantial materi pelajaran antara KTSP dan Kurikulum 2013 yang diajarkan tidak mengalami perubahan yang mendasar hanya metode dan cara penilain yang berubah. Oleh karena itu, menurut pendapat penulis, di Tahun Pelajaran 2015/2016 atau di Tahun Pelajaran yang akan datang Kemendikbud atau Pengembang Kurikulum Pusat perlu mengakomodasi kekurangan dan kelebihan dari kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006 (KTSP) dan seharusnya mampu menerbitkan sebuah produk hukum Kurikulum mana yang digunakan di setiap jenjang Pendidikan.

Para pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang budiman. Kita selayaknya tidak usah mencari kambing hitam siapa yang perlu disalahkan dalam hal ini. Sebagai bagian dari Pendidikan, kita menginginkan perubahan yang terbaik untuk anak didik kita. Kita ingin perubahan yang lebih maju untuk generasi penerus negeri ini. Kita inginkan sebuah sistem pendidikan di negeri ini yang menghasilkan anak didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, trampil, disiplin, berpengetahuan, bertanggungjawab, dan mampu menjawab tantangan jaman yang berubah.

Memang secara logika, sekitar 10 tahun sekali, sebuah Kurikulum selayaknya  ditinjau  kembali untuk diadakan penyempurnaan dari kekurangannya. Bila sebuah Kurikulum diterapkan, diharapkan Proses Pembelajaran dan Sistem Penilaian akan berjalan dengan baik, sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang sesuai dengan Tujuan Pendidikan yang diharapkan. Mari kita secara individu dan bersama-sama mendukung dan melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud untuk Pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, Insya Allah, kita bisa terlibat secara aktif untuk mencapai Tujuan Pendidikan . Kami sebagai Admin Web mohon maaf bila isi artikel ini kurang pas untuk Pengambil Keputusan dan Pengambil Kebijakan. Kami tidak ada maksud sedikitpun untuk mendikte pihak yang berwajib. Tetapi paling tidak, opini ini bisa sedikit sebagai masukan untuk Pengambil Kebijakan  dan Pengambil Keputusan untuk menentukan arah Pendidikan di masa mendatang. Semoga opini ini, ada manfaatnya terutama bagi Dunia Pendidikan di Negeri kita tercinta Indonesia .

Selasa, 09 Desember 2014

SMP Negeri 1 Kayen Peringkat 2 Provinsi Jawa Tengah Pada Lomba Multimedia (Lomba MPI)

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web

Gambar : Juara I: P Hendrik SMP Kartika Semarang (Paling Kiri), Juara II : P Choirumudin SMP Negeri 1 Kayen (Tengah), Juara III E : P Eko Sudi Nuryanto SMP Negeri 2 Demak.(Paling Kanan) 

Pak Chorimudin,S.Pd. (Guru Matematika SMPN 1 Kayen), Alhamdulillah, telah berhasil menjadi Juara 2 pada  Lomba Multimedia (MPI) yang telah diselenggarakan oleh LPMP Jawa Tengah di Semarang dari jenjang SMP/MTS pada tanggal 6 s.d. 8 Desember 2014. Pada lomba tersebut P Choirummudin telah menyisihkan sekitar 35 peserta lomba yang berasal dari Kabupaten atau Kota yang ada di Jawa Tengah. Selamat P Choirummudin. Selamat SMP Negeri 1 Kayen. Selamat Kabupaten Pati....

Berita tentang Lomba Multimedia di LPMP Jawa Tengah silakan : Klik Disini

Pada kegiatan Lomba tersebut sebenarnya  Admin Web juga dipanggil  untuk mengikuti Lomba MPI, tetapi Admin Web  harus melaksanakan tugas lain pada kesempatan yang sama dari Dinas Kabupaten Pati untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah mewakili unsur guru Kabupaten Pati, sehingga Admin harus mengundurkan diri pada Lomba MPI (multimedia) tersebut.

Untuk mengetahui manfaat  pada keikut sertaan mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah :Silakan Klik Disini 


Selasa, 02 Desember 2014

SMP Negeri 1 Kayen Juara Umum Pencak Silat Pada Bupati Cup Kabupaten Pati Tahun 2014

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web

Tanggal 29-30 November 2014, di Gor Pati, diselenggarakan Lomba Pertandingan Pencak Silat dalam Rangka memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cup Pati Tahun 2014 pada Pencak Silat. Pada even tersebut, diikuti oleh kontingen Pesilat dari SMP/MTS se Kabupaten Pati

Dari 8 Pesilat yang dikirimkan,4 Putra dan 4 Putri, Alhamdulillah, SMP Negeri 1 Kayen mampu meraih 4 medali emas dan 1 medali perak atas nama:
         1.  Eka Rahayu Febriani, Kelas Tanding  B, Pi (Medali Emas)
         2.  Indah Ayu Antika, Kelas Tanding C, Pi (Medali Emas)
         3. Putri Nur Nilamsari, Kelas Tanding D, Pi (Medali Emas)
         4. Moh. Irawan, Kelas Tanding D, Pa (Medali Emas)
   5. Mafluatus Zaimah, Kelas Tanding E, Pi (Medali Perak)

Demikian keterangan ini Admin himpun dari Bp. Sutimin dan Bapak Sulistyo Budi Santoso sebagai Oficial. Sebagai Pelatih dan Pembina pada Extra Kurikuler Pencak Silat SMP Negeri 1 Kayen adalah Bapak Sutikno dan kawan-kawan. Selamat untuk Para Pesilat, Pelatih dan Oficial SMPN 1 Kayen. Dan Selamat untuk SMP Negeri 1 Kayen yang telah mampu mempertahankan Piala Bergilir Kejuaraan Umum pada Bupati Cup Pati pada Pencak Silat Tahun 2014.  Semoga SMP Negeri 1 Kayen tetap sukses selalu. Amin.

Inilah beberapa gambar (diambil tanggal 4 Desember 2014) Penyerahan Piala kepada Sekolah yang diterima oleh Kepala SMP Negeri 1 Kayen, Bp. H. Masturi,S.Ag. M.Pd. dan Reward Sekolah kepada siswa yang telah berprestasi tersebut. Pada acara ini diserahkan juga reward dari Sekolah kepada para siswa yang berprestasi Tingkat Kabupaten pada Lomba Cerita Bahasa Jawa, Sari Tilawah Al Qur'an dan Renang. Setelah itu, para siswa tadi memperoleh ucapan selamat dari Bapak Ibu Guru dan Karyawan SMP Negeri 1 Kayen.








Ulangan Semester 1 SMP Negeri 1 Kayen Tahun Pelajaran 2014/2015

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web. (Sumber : Kepanitiaan Ulangan Semester 1)

JADWAL ULANGAN SEMESTER 1
SMP NEGERI 1 KAYEN
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

No
Hari ,Tanggal
Pukul
Mata Pelajaran
1.
Jum’at,  5 -12 - 2014   
07.30 – 09.00
IPS
2.
Sabtu, 6 – 12 – 2014
07.30 – 09.00
Prakarya (7,8). Elektro (9)


3.
Senin, 8 – 12 – 2014
07.30 – 09.30
Bahasa Indonesia


10.00 – 12.00
Pendidikan Agama
4.
Selasa, 9 – 12 – 2014
07.30 – 09.30
Matematika


10.00 – 12.00
PKn
5.
Rabu, 9 – 12 – 2014
07.30 – 09.30
Bahasa Inggris


10.00 – 12.00
Bahasa Jawa
6.
Kamis, 12 – 12 – 2014
07.30 – 09.30
IPA


10.00 – 12.00
Penjas (7,8). TIK (10)

Kayen,  Desember 2014
Kepala SMP Negeri 1 Kayen,
Ttd.
H. Masturi,S.Ag.M.Pd.


Selasa, 25 November 2014

Selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 69

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
Pada hari ini, di SMP Negeri 1 Kayen diselenggarakan Peringatan Hari Guru dengan Upacara Bendera dengan Petugas Upacara adalah Bapak Ibu Guru. Sebagai Inspektur Upacara adalah Ibu Eny Maryastuti, sebagai Komandan Upacara Bp. Joko Susilo.

Selain menyanyikan lagu Mars PGRI yang dilaksanakan oleh Regu Paduan Suara yang terdiri dari bapak Ibu Guru dan Karyawan yang dipimpin oleh B Chumaeroh, Lagu Hymne Guru juga dinyanyikan oleh seluruh siswa sebagai peserta upacara yang dipimpin oleh Dian Ayu Ningtyas, siswa kelas 9 sebagai Diligen. Yang menjadi luar biasa adalah setelah menyanyikan Lagu Hymne Guru, tanpa disuruh atau tanpa dikomando, hampir semua siswa SMP Negeri 1 Kayen melakukan tepuk tangan...Ini yang membuat bulu kita sebagai guru berdiri...Mereka mungkin menghayati makna dari lagu yang mereka nyanyikan dengan khidmat diiringi oleh irama Organ  yang dimainkan oleh P Teguh Kuat.
.
Setelah upacara, diselenggarakan Pertandingan Olah Raga antara Regu Bapak Ibu Guru melawan Regu Siswa. Bagaimana hasilnya? Regu futsal Bapak Guru dikalahkan oleh Regu Futsal Siswa Putra. Demikian pula Regu Voly Ibu Guru digulung habis dengan Regu Voly Siswa Putri. Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah Pertunjukan Pentas Seni oleh para siswa dan Bapak Ibu Guru dengan diiringi Organ tunggaL

Pada kesempatan itu, diselenggarakan pengumuman Pilihan Guru Faforit oleh para siswa. Kegiatan selanjutnya adalah pemberian rangkaian bunga atau tangkai bunga asli oleh sejumlah siswa kepada Bapak Ibu guru SMPN 1 Kayen yang mereka gemari. Para siswa  boleh memilih guru mana yang mereka senangi.

Inilah beberapa gambar dari kegiatan tersebut: