Jumat, 30 Agustus 2013

ATOM, ION DAN MOLEKUL

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web
Sumber : Ringkasan Materi IPA Kelas 9 SMP, oleh Ibu Nurofiah,S.Pd.
A. ATOM


1.      Penemuan Atom
Seorang filsum yunani bernama Democritus, mengemukakan bahwa materi tersusun dari partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Ia memberi nama atomos. Teori John Dalton pada tahun 1808. teori Dalton dapat diringkas sebagai berikut :
a.      Setiap unsur tersusun dari partikel-partikel kecil yang disebut atom
b.      Senyawa adalah materi yang tersusun oleh paling sedikit 2 jenis atom dari unsur yang berbeda, dengan perbandingan yang tetap dan tertentu.
c.      Atom tidak dapat dimusnahkan. Dan reaksi kimia hanyalah penataan ulang atom-atom yang bereaksi.

2.      Partikel Subatomik dan Struktur Atom 
Atom mempunyai bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Bagian dari atom dinamakan partikel subatomik yang terdiri dari elektron, proton dan neutron.

a.      Elektron
Elektron ditemukan oleh Joseph John (J.J) Thomson pada tahun 1898. Elektron berada di antara muatan positif yang tersebar merata dalam atom yang berbentuk bulat.
b.      Proton
Pada tahun 1909, Ernest Rutherford, menyatakan bahwa partikel bermuatan positif dalam inti atom, inilah yang kemudian disebut proton. Dalam model atomnya Rutherford, bahwa atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Oleh karena atom tidak bermuatan, maka jumlah muatan positif pada inti atom (jumlah proton) sama dengan jumlah muatan negatif (jumlah elektron).
c.      Neutron
Pada tahun 1932 Janes Chadwick berhasil membuktikan keberadaan neutron. Letaknya dalam inti atom.
Dengan ditemukannya partikel subatomik maka struktur atom menjadi semakin jelas.
Atom terdiri dari inti atom, dan elektron. Inti atom itu sendiri dibentuk oleh proton dan neutron. Sementara elektron bergerak mengelilingi inti atom. Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan (netral) dan elektron bermuatan negatif.
Niels Bohr kemudian menyatakan bahwa elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang tetap. Lintasan elektron ini dinamakan orbit atau kulit. Lintasan ini dapat dibayangkan seperti lintasan planet.

3.      Konfigurasi Elektron
Kulit-kulit pada atom dapat mengundang elektron dengan jumlah tertentu. Susunan elektron dalam kulit disebut konfigurasi elektron. Kulit pertama (dekat dengan inti atom) mampu menampung 2 elektron, kulit ke dua dan ke tiga mampu menampung masing-masing 8 elektron.







Kita dapat menempatkan elektron dengan menuliskannya seperti di bawah ini, perhatikan contohnya untuk atom karbon dan natrium.

Karbon (C)    :      2          4
Natrium (Na) :      2          8          1
 






Unsur
Jumlah elektron
Kulit I
Kulit II
Kulit III
Kulit IV
Penulisan
Hidrogen
Helium
Lithium
Berilium
Boron
Natrium
Magnesium
Aluminium
Silikon
Fosfor
1
2
3
4
5
11
12
13
14
15
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
-
-
1
2
3
8
8
8
8
8
-
-
-
-
-
1
2
3
4
5
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
2        
2          1
2          2
2          3
2          8         1
2          8         2
2          8         3
2          8         4
2          8         5

4. Nomor atom dan Nomor Massa
Setiap unsur mempunyai nomor atom dan nomor massa
a.      Nomor atom
Nomor atom menunjukkan proton dalam inti atom.
Contoh : Clor (Cl) mempunyai nomor atom 17, unsur argon (Ar) mempunyai nomor atom 18, unsur bromin (Br) mempunyai nomor atom 35.

Tabel : Nomor atom dari beberapa unsur
Unsur
Lambang unsur
Nomor atom
Jumlah proton
Hidrogen
Helium
Lithium
Berilium
Boron
Karbon
Netrogen
Oksigen
Flour
Neon
Natrium
Magnesium
Aluminium
Silikon
Fosfor
Belerang
Klor
Argon
Kalium
Kalsium
H
He
Li
Be
B
C
N
O
F
Ne
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
Ar
K
Ca
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
  Jumlah proton dalam suatu atom harus sama dengan jumlah elektron



    Nomor atom     =      jumlah atom     =      jumlah elektron
 
 



    
 Contoh :
Unsur nitrogen mempunyai nomor atom 7, berarti dalam atom nitrogen, jumlah proton = jumlah elektron = 7
Unsur magnesium mempunyai nomor atom 12. Berarti dalam atom magnesium, jumlah proton = jumlah elektron = 12

b.     Nomor Massa
Nomor massa menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam suatu inti atom.



    Nomor massa     =     jumlah proton   =      jumlah neutron
 
 



Persamaan ini dapat digunakan untuk mengetahui jumlah neutron dalam suatu atom, yaitu :
Jumlah neutron = nomor massa – jumlah proton
                          = nomor massa – nomor atom
Contoh :
Unsur nitrogen mempunyai nomor massa 14, karena jumlah proton (nomor atom) = 7, berarti jumlah neutron = 14 – 7 = 7
Unsur magnesium mempunyai nomor massa 24, karena jumlah proton (nomor atom) = 12, berarti jumlah neutron = 24 – 12 = 12

Tabel Nomor massa dan jumlah neutron dari beberapa unsure
Unsur
Nomor atom
(jumlah proton)
Nomor massa
Jumlah neutron
Hidrogen
Helium
Lithium
Berilium
Boron
Karbon
Netrogen
Oksigen
Flour
Neon
Natrium
Magnesium
Aluminium
Silikon
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
1
4
7
9
11
12
14
16
19
20
23
24
27
28
0
2
4
5
6
6
7
8
10
10
12
12
14
14

Nomor atom dan nomor massa suatu unsur dapat dituliskan bersama-sama dengan lambang unsur. Nomor unsur ditulis sebagai superscript, sedangkan nomor atom ditulis sebagai penulisan untuk unsur X berikut ini :



      X
 
 




Dengan A = nomor massa, Z = nomor atom, dan X = lambang unsur
Contoh penulisan lambang sebagai berikut :
      F : artinya : unsur flourin mempunyai nomor massa 19
              (A = 19) dan nomor atom 9 (Z = 9)
      Al : artinya : unsur aluminium mempunyai nomor massa 27
                    (A = 27) dan nomor atom 13 (Z = 13)

Isotop, Isobar, dan Isoton
a.      Isotop
      Perhatikan dua atom unsur helium berikut :
                  He     dan       He
      Kedua atom helium diatas mempunyai nomor atom sama yaitu 2. Atom-atom yang mempunyai nomor atom sama, tetapi nomor massa berbeda disebut isotop.
b.      Isobar
Untuk mengetahui apa itu isobar perhatikan contoh unsur berikut :
                   C       dan        N
Atom karbon (C) dan atom nitrogen (N) mempunyai nomor massa yang sama (14) tetapi nomor atomnya berbeda (6 dan 7). Atom-atom dengan nomor massa sama, tetapi nomor atom berbeda disebut isobar.
c.      Isoton
Untuk isoton perhatikan unsur berikut :
                   H       dan       He
Jumlah neutron dalam atom hidrogen dalah 3 – 1 = 2. Jumlah neutron dalam atom helium adalah 4 – 2 = 2. Berarti, unsur diatas memiliki jumlah neutron yang sama. Atom dari unsur-unsur dengan jumlah neutron yang sama disebut isoton.

B. ION

Atom tidak bermuatan listrik, namun atom dapat kehilangan elektron atau justru mendapatkan elektron sehingga menjadi bermuatan listrik. Atom seperti itu disebution”. Ada dua jenis ion, yaitu ion positif (Kation) dan ion negative (Anion). Ion positif terbentuk ketika sebuah atom kehilangan elektron dan ion negatif terbentuk ketika sebuah atom mendapat elektron sehingga jumlah elektronnya bertambah.
Contoh :
Anion
Bila atom bromine menangkap sebuah electron, akan membentuk ion bromide
Br + Le-                Br-
Bila atom sulfur menangkap dua buah electron, akan terbentuk ion sulfide
S + 2e-                          S2-
Atom-atom dalam keadaan netral mengandung muatan positif dan negative yang sama
 jumlahnya.

Kation
Bila atom barium melepaskan dua electron, akan terbentuk ion barium bermuatan 2 positif.
Ba                                Ba2+ + 3e-
Bila atom aluminium melepas tiga electron, akan terbentuk ion aluminium bermuatan 3 positif
Al                                Al3+ + 3e-

Table Contoh Anion dan Kation
Kation
Anion
Rumus
Nama
Rumus
Nama
Na+
Ion natrium
CO32-
Ion karbonat
Ca2+
Ion kalsium
SO42-
Ion sulfat
NH4+
Ion ammonium
NO3-
Ion nitrat
Mg2+
Ion magnesium
OH-
Ion hidroksida
Li+
Ion litium
Cl-
Ion klorida
Rb+
Ion rubidium
F-
Ion fluorida

Dalam system periodik  suatu ion dapat bermuatan satu atau  beberapa kali dari  dari muatan dasar dapat diperkirakan dari letak unsure yang bersangkutan. Ion logam alkali (IA) selalu membentuk ion  bermuatan positif satu, misalnya ion litium (Li+), ion natrium (Na+), dan ion Kalium (K+). Ion logam alkali tanah (IIA) memiliki muatan positif dua, misalnya ion kalsium (Ca2+), dan magnesium (Mg2+). Demikian juga ion-ion  dari unsur lain dapat diperkirakan muatannya muatannya berdasarkan letak unsure tersebut dalam system periodic unsure.

0 komentar :

Poskan Komentar