Kamis, 06 Maret 2014

PENDAKIAN PUNCAK GUNUNG CIREMAI

Ditulis dan dipostingkan : Kamis, 6 Maret 2\014. Oleh Admin Web.
Para Pembaca Web SMP N 1 Kayen yang budiman, inilah sebuah cerita dari Mas Rifasanjaya tentang sebuah Pendakian Puncak GUNUNG CIREMAI di Jawa Barat. Cerita ini saya sadur dari sebuah blog milik Beliau yaitu :http://rifasanjaya.files.wordpress.com/  Terima kasih Mas Rifa Sanjaya telah mau syaring pengalaman Panjenengan.
 http://rifasanjaya.files.wordpress.com/2012/11/rimg0051.jpg

     Gunung Ciremai,merupakan Gunung Tertinggi di Jawa Barat tepatnya berada di wilayah Kabupaten Kuningan yang berbatasan dengan Kab. Cirebon dan Kab. Majalengka, memiliki ketinggian sekitar 3.078 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Ciremai merupakan salah satu gunung yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendaki maupun pecinta alam yang menyukai tantangan, karena selain jalur pendakiann yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup berat ditambah lagi dengan mitos mistisnya yang bagi sebagian pendaki dipercaya sebagai gunung yang angker. Perjalanan yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Pusat Kota Cirebon atau sekitar 6 jam waktu perjalanan dari pusat Kota Jakarta untuk dapat mencapai titik awal pendakian yakni di Linggarjati. Sebenarnya ada beberapa jalur pendakian untuk dapat menaiki Gunung Ciremai hingga ke puncaknya, yakni jalur pendakian Palutungan dari desa Cisantana Kec. Cigugur Kab. Kuningan, jalur pendakian Apuy dari Kab. Majalengka dan Jalur pendakian Linggarjati dari desa Linggarjati Kec. Cilimus. Namun jalur Linggarjati lah yang kami pilih karena menjadi primadona untuk dilewati para pendaki yang hendak menuju ke puncak Gunung Ciremai, karena selain mudah dijangkau, kebetulan sarana transportasinya pun cukup memadai serta di sana terdapat pula objek wisata alam Linggarjati yang cukup ramai pengunjungnya. Namun jika ingin menghadapi jalur pendakian yang tantangannya lebih mudah, disarankan untuk melewati jalur pendakian Palutungan karena kondisi jalannya yang relatif lebih landai dengan jarak tempuh sekitar 10 km dan melewati sekitar 9 pos pendakian, diantaranya pos Palutungan, Cigowong, Kuta, Pangguyangan Badak, Arban, Tanjakan Asoy, Pasanggrahan, Gua Walet yang selanjutnya perjalanan menuju ke puncak Gunung Ciremai.
       Bagi rekan-rekan yang baru pertama hendak mendaki Gunung Ciremai, saya sarankan agar membawa perbekalan yang memadai terutama masalah persediaan air yang cukup untuk dapat sampai di puncak hingga kembali lagi ke bawah, karena khawatir pada saat melakukan perjalanan, kondisinya sedang tidak musim hujan karena nantinya agak susah untuk mendapatkan air selama di perjalanan apalagi ketika sampai di puncaknya karena posisi air terdapat di Cibunar (dari jalur Linggarjati) atau di Cigowong (dari jalur Palutungan) yang letaknya di pos awal pendakian. Dan sama seperti di alam bebas lainnya, agar untuk tetap menjaga sikap, tutur kata dan niat-niat yang tidak baik, harus tetap fokus pada tujuan yang hendak menaiki gunung tersebut hingga sampai di puncaknya. Jika kondisi dirasa tidak memungkinkan, lebih baik urungkan niat untuk melanjutkan perjalanan, sekedar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya perpecahan kelompok apabila perjalanan dilakukan secara rombongan. Karena bukan baru terjadi beberapa kali kejadian, namun sudah seringkali terjadi adanya pendaki yang hilang atau terpisah dari rombongan dan tidak diketahui nasibnya. Karena akan banyak kita jumpai “In Memoriam”  untuk mengenang dan menghormati para pendaki yang meninggal ketika melakukan perjalanan menuju ke puncaknya. Mudah-mudahan hal seperti itu tidak terjadi pada kita maupun rekan-rekan lainnya.
     Tahap-tahap untuk dapat mencapai puncak Gunung Ciremai kita harus melewati beberapa pos, diantarnya Cibunar, Leweung Datar, Condong Amis, Kuburan Kuda, Pangalap, Tanjakan Binbin, Tanjakan Seruni, Bapa Tere, Batu Lingga, Sanggabuana bawah, Sanggabuana atas, Pengasinan, barulah kita bisa mencapai titik tertinggi dari Gunung Ciremai yakni di Puncak Sunan Cirebon. Rata-rata perjalanan untuk dapat mencapai puncak ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 8 – 11 jam perjalanan, sehingga disarankan untuk beberapa kali membuka tenda untuk menjaga stamina serta mengurangi rasa lelah jika harus terus menerus menapaki perjalanan hingga ke puncak tanpa henti. Namun rasa lelah yang seakan tergantikan dengan indahnya pemandangan dari Puncak Gunung Ciremai. Puncak Gunung Ciremai memberikan pemandangan yang menakjubkan. Kaldera yang dengan kawah biru di tengahnya yang terdiri dari batuan vulkanis dan sisa-sisa lava yang membeku hasil letusan yang entah kapan terjadinya. Bila cuaca tidak berkabut, dari puncak Ciremai kita dapat memandang jauh ke arah timur tepatnya ke puncak Gunung Slamet, Sindoro, dan Sumbing serta gugusan garis pantai Cirebon yang tampak cantik dengan lengkungannya. Kami hanya menikmati puncak Gunung Ciremai selama sekitar setengah jam karena hembusan angin yang kencang dan udaranya yang cukup dingin hingga terasa menusuk ke dalam tulang membuat kami tidak ingin untuk berada berlama-lama di sana, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kami inginkan. Pemandangan kawah yang menakjubkan, serta gumpalan awan putih laksana permadani yang tepat terhampar di hadapan mata kita, sungguh satu pemandangan yang membuktikan betapa Maha Kuasa Sang Pencipta dengan Mahakarya-Nya yang begitu indah tak tertandingkan. Namun perjalanan tersebut terasa cukup bagi kami karena saatnya harus kembali ke rumah untuk melakukan rutinitas seperti sedia kala. Kami kembali dengan membawa begitu banyak cerita dan pengalaman dalam perjalanan tersebut dan memasukan nama Gunung Ciremai ke dalam agenda tahunan perjalanan kami.

Demikian Pengalam dari seorang pendaki Gunung Ciremai. Semoga bermanfaat.

0 komentar :

Poskan Komentar