Selasa, 28 Juli 2015

Apresiasi Seni Terapan Terhadap Daerah Setempat

Ditulis dan dipostingkan kembali oleh Admin Web
A.    Pengetian Apresiasi Seni Rupa
Kata apresiasi secara etimologi bersasal dari bahasa latin, yaitu appretiatus yang artinya “memberi putusan dengan rasa hormat sebagai cara untuk menghargai suatu keindahan karya seni”. Adapun dalam kamus umum Inggris-Indonesia to apreciate artinya “menghargai” dan appreciation artinya”penghargaan”. Dengan demikian mengapresiasi seni artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap unsur didalamnya sehingga secara sadar mampu menikmati dan pada akhirnya dapat menilai karya seni dengan baik.

B.     Pembagian Seni.
Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman selalu berhubungan dengan media yang dipilihnya, teknik yang dipergunakan, serta cara menikmatinya. Berdasar hal tersebut, seni dapat dibagi menjadi :
1.         Seni Audio (Auditory Art) : Seni yang dapat dinikmati dengan indera pendengaran (telinga). Contohnya :
a.    Seni musik, seni yang dapat dinikmati melalui nada. Misalnya, pertunjukan, gamelan atau piano.
b.    Seni sastra, seni yang dinikmati melalui kata, misalnya, pembacaan puisi atau drama.
c.    Seni suara, seni yang dapat dinikmati melalui nada dan kata, misalnya, pertunjukan band.
2.         Seni Visual (Visual Art) : Seni yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan (mata). Contohnya :
a.    Seni dua dimensi yang meliputi garis, cahaya, warna, bentuk, dan gerak. Misalnya, seni lukis, seni grafis, sinematografi
b.    Seni tiga dimensi yang meliputi ruang dan wujud yang bisa dicoba. Misalnya, seni patung, seni arsitektur, seni tari, dan pantomim
3.         Seni Audiovisual (Auditory Visual Art) : Seni yang dapat dinikmati oleh indera pendengaran dan penglihatan.  Contohnya :
a.    Seni tari merupakan perpaduan gerak dan nada
Sumber gambar : Tari Srikandi Mustokoweni UNNES
b.    Seni drama merupakan perpaduan gerak, kata dan visual
c.    Seni opera merupakan perpaduan gerak, nada, dan visual.

Pembagian seni secara umum berdasarkan penikmatannya dapat dibagi menjadi 5 cabang, yaitu :
1.         Seni Rupa : Seni yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan (visual) dan peraba. Seni rupa memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Contoh hasil karya seni rupa adalah : lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.
2.         Seni Musik : Seni yang dapat dinikmati dengan indera pendengaran (audio) yang dibentuk dari unsur nada dan bunyi dalam alat musik, suara manusia (vokal), atau gabungan keduanya.
3.         Seni Tari : Seni yang diwujudkan melalui gerak, ruang, waktu, irama, wirasa, wiraga, dan susunan unsur gerakan anggota tubuh secara teratur dan menurut pola pola tertentu sehingga menimbulkan gerakan yang indah mempesona. Karya seni ini dapat dinikmati dengan indra penghlihatan dan indra pendengaran (audio visual).

Contoh Video Tarian Srikandi Mustokoweni UNNES dengan Penari Mbak Putri dan  Mbak Yusi


Sumber Video : https://www.youtube.com 
       Video Tarian ini adalah perang antara Dewi Srikandhi dan Dewi Mustakaweni, tarian ini bertema heroik(kepahlawanan) 
Dewi Srikandhi adalah tokoh wanita dari keluarga Pandawa. Ia merupakan salah satu istri dari Raden Arjuna. Dewi Mustakaweni adalah anak dari Prabu Newatakawaca Musatakaweni  Pada saat akan mengambil Jimat Kalimasada, Dewi Srikandhi mengetahui pebuatan Dewi Mustakaweni karena pada saat itu Dewi Srikandi mendapat mandat untuk menjaga jimat Kalimasada, maka srikandi langsung mengejar Mustakaweni maka terjadilah perang antar keduanya. Pada saat perang Dewi Srikandi kalah oleh Dewi Mustakaweni. 

4.         Seni Teater : Seni yang memadukan unsur gerakan dan kata. Biasanya dalam teater terdapat naskah, penokohan, latar tempat, dan alat pengiring. Seni teater dapat dinikmati dengan indra penglihatan dan pendengaran (audiovisual). Contoh teater terkenak adalah teater koma.
5.         Seni Sastra : Seni yang mengungkapkan pengalaman jiwa dan perasaan dalam bentuk bahasa, tulisan, dan kalimat yang mengandung nilai estestis untuk mendapatkan kepuasan rohaniah. Bentuk karya sastra dapat berupa prosa (struktur bahasanya bebas), puisi (struktur bahasanya terikat/berima), dan drama (struktur bahanya disusun dalam bentuk lakon atau cerita).

C.     Pengelompokan Seni Rupa.
Seni rupa dapat dikelompokan berdasarkan ukuran sebuah karya, baik teknik, bahan, maupun kegunaannya. Secara garis besar, seni rupa dikelompokan menjadi seni murni dan seni terapan :
1.         Seni Murni (Fine Art/Pure Art) : Karya seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampu adukannya dengan fungsi atau kegunakan tertentu. Seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segi estetik dan artistiknya. Kelompok seni ini terdiri atas :
a.    Seni Lukis : Karya seni rupa yang berwujud dua dimensi.
b.    Seni Patung : Karya seni yang berwujud tiga dimensi
2.         Seni Pakai (Applied Art) : Karya seni rupa lebih mengutamakan fungsi tertentu, tanpa melepas aspek estestis. Contohnya, seni dekorasi, reklame, ilustrasi, kerajinan/kriya, arsitektur, keramik, batik, dan grafika (cetak mencetak)
a.    Seni Grafis : Karya seni rupa terapan berwujud dua dimensi yang berkaitan dengan cetak-mencetak.
b.    Seni Keramik : Karya seni rupa terapan berwujud tiga dimensi. Keramik adalah benda yang terbuat dari tanah liat dan mengalami proses pembakaran pada tingkat suhu tertentu. Searah perkembangan lebih maju bahan keramik sudah beragam antara lain, stoneware, earthenware, kaolin, dan silika.
c.    Desain Produk : Karya seni rupa terapan berwujud tiga dimensi. Hasil karya ini untuk peralatan dan benda kehidupan sehari-hari seperti perabotan/peralatan rumah tangga, pakaian, alat tulis, sepatu, dan perhiasan
d.   Desain Arsitektur : Karya seni rupa terapan berwujud tiga dimensi. Hasil karya seni ini  dapat dilihat dati beragamnya bentuk bangunan disekitarmu. Misalnya, rumah, sekolah, masjid, dan gedung perkantoran, dan gedung lainya.

Menurut dimensi (matra), seni rupa terbagi ats karya seni dua dimensi dan seni tiga dimensi :
a.    Seni Rupa Dua Dimensi (Dwimatra) : Karya seni rupa yang terbentuk dari unsur panjang dan lebar. Contohnya : karya seni lukis, seni grafis, spanduk, poster, stiker, batik, mozaik, relief, lukisan kaca, dan sablon
b.    Seni Rupa Tiga Dimensi (Trimatra) : Karya seni rupa mempunyai tiga unsur, yaitu panjang, lebar, tinggi serta memiliki kesan ruang, bentuk, dan volume. Contohnya, seni patung, seni arsitektur, seni kriya/kerajinan, seni keramik, diorama, bonsai, dan seni mengatur taman.

D.    Fungsi dan Tujuan Seni
Berdasarkan fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan, seni terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :
1.         Fungsi Individual : Karya seni merupakan ungkapan jiwa atau emosi pembuatnya yang mencerminkan sesuatu baik, suka, duka, sedih, marah, bahagia, cita-cita, pikiran, perasaan, pandangan hidup, watak, bentuk, corak, warna, bahan, dan teknik yang dikuasai. Fungsi seni secara pribadi disini lebih mengedepankan seni sebagai alat ekspresi untuk mencurahkan ide dan gagasan sesorang lewat sebuah karya. Karya ini bersifat pribadi.
Fungsi seni bagi manusia yang bersifat individual dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.    Fisik : berhubungan dengan pemenuhan dengan pemenuhan kebutuhan fisik manusia, baik yang dipakai langsung maupun sebagai pelengkap aktivitasnya. Misalnya, pakaian, perabot (meja, kursi, lemari), rumah sebagai tempat tinggal, kerajinan, perhiasan, alat komunikasi, sepatu, dan tas.
b.    Emosional : berhubungan dengan ekspresi seniman (pengubah) dan apresaitor (penikmat konsumen). Contohnya, lukisan, novel, musik, film, pementasan teater/drama, dan patung.
2.         Fungsi Sosial : Seni diciptakan untuk dinikmati oleh orang lain, publik atau masyarakat pada umumnya. Seorang seniman dapat mengatakan bahwa ia berkarya untuk dirinya sendiri. Namun, sebenarnya tanpa disadari mereka membutuhkan apresiator, yaitu masyarakat untuk menilai menikmati dan mengagumi hasil karya seni yang telah dibuat.

 Adapun karya seni dapat berfungsi sosial terdapat dalam bidang-bidang sebagai berikut :
a.       Pendidikan : Seni sering dimanfaatkan untuk dunia pendidikan untuk membantu mempermudah penyampaian pesan, baik berupa gambar (visual) maupun suara (audio) atau keduanya. Contohnya, film ilmiah, gambar ilustrasi buku pelajaran, poster ilmiah, dan foto
b.      Rekreasi : Seni dalam hal rekreasi mempunyai bentuk yang mampu menciptakan suatu kondisi tertentu yang bersifat penyegaran dan pembaharuan dari kondisi yang telah ada. Misalnya, saat kamu menyaksikan pertunjukan drama/teater, konser musik, film, menikmati taman rekreasi, atau berlibur ke pantai.
c.       Komunikasi : Seni dapat digunakan sebagai media untuk menghubungkan atau berhubungan antara seseorang dengan orang lain atau masyrakat. Bentuknya bisa berupa anjuran, pesan, gagasan, produk, perintah, atau larangan. Jenis tampilanya bisa berupa handphone (HP), TV, poster, reklame, internet, baligo, dan radio.
d.      Keagamaan/Religi : Seni dalam bidang keagamaan  bisa menandakan atau mengidentifikasikan kekhasan serta ciri khas dari agama. Contohnya arsitektur masjid, gereja, makam, candi, kaligrafi, bentuk dekorasi rumah ibadah, dan pakaian ibadah.

E.     Keunikan Gagasan dan teknik Karya Seni Rupa Daerah Setempat.
            Karya seni rupa terapan suatu daerah dapat kamu lihat dalam beragam bentuk, seperti seni bangunan, pakaian adat, wayang, batik, dan alat-alat rumah tangga. Karya seni yang dihasilkan tersebut juga memiliki keunikan tema, benruk, dan juga makna.
1.    Keunikan Tema : Tema atau topik yang digunakan untuk membuat karya seni banyak dipengaruhi oleh letak geografis, adat istiadat, dan kekayaan alam daerah dimana benda tersebut dibuat.
2.    Keunikan Bentuk : Bentuk merupakan unsur seni rupa yang dapat dilihat secara visual karena tersusun atas unsur fisik. Secara garis besar, bentuk karya seni rupa digolongkan kedalam tiga jenis, yaitu, bentuk figurative, abstraktif, dan abstrak.
a.    Bentuk Figuratif : bentuk yang berasal dari alam (nature) Lahirnya bentuk figuratif tergantung pada pemikiran seseorang tentang bentuk tersebut. Contohnya bentuk pada gambar manusia, hewan, tumbuhan, dan benda
b.    Bentuk Abstraktif : bentuk yang diubah sedemikian rupa sehingga beberapa bagian dari bentuk asalnya menghilang dan bentuknya berubah menjadi yang sudah digayakan. Contohnya, pada batik, topeng, wayang kulit/golek, dan dekorasi.
c.    Bentuk Abstrak : bentuk yang menyimpang dari wujud benda-benda atau mahkluk yang ada di alam (non figuratif). Karya abstrak adalah karya yang telah mengalami proses eksplorasi bentuk lebih lanjut dari bentuk yang biasa kita lihat sehingga idenya lebih tinggi.

3.    Keunikan Makna : Makna yang terkandung dalam sebuah karya seni merupakan representasi seorang seniman dalam melihat hal yang akan ditawarkan kepada dunia luar, yaitu penikmat, public, atau masyrakat umum. Seorang kolektor atau penikmat dalam sebuah pameran tentunya akan bertanya tentang makna yang terkandung dalam karya-karya yang dipamerkan. Hal itu merupakan bagian dari komunikasi antara penikmat dan karya seni sehingga akan muncul pemahaman dalam diri penikmat seni tersebut.

(Sumber materi penulisan https://usmantemon.wordpress.com/)

0 komentar :

Poskan Komentar