Gambar

SISWA PERINGKAT SEPULUH BESAR UN SMPN 1 KAYEN 2015

Gambar

BERGAMBAR BERSAMA DI HARI GURU NASIONAL 2014

Gambar

GAMBAR BERSAMA SETELAH PELEPASAN KELAS IX TAHUN 2013

Gambar

SMPN 1 KAYEN BERWISATA KE PANTAI KUTA PULAU BALI.

Gambar

JUARA 3, LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA, KAB. PATI 2013

Gambar

JUARA UMUM PENCAK SILAT BUPATI CUP 2014 KABUPATEN PATI

Gambar

SERAH TERIMA PENGURUS OSIS LAMA KE PENGURUS OSIS BARU

Rabu, 28 Oktober 2015

Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
Sumpah Pemuda adalah sebuah momen yang demikian penting bagi perjuangan Rakyat Indonesia. Perjuangan untuk mengusir kaum penjajah selama berabad - abad bisa dipatahkan oleh kaum penjajah. Hal ini disebabkan karena perjuangan masih bersifat kedaerahan dan kurangnya persatuan. Menyadari kegagalan karena kurangnya persatuan, maka para pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, mengadakan Sumpah Pemuda.

Isi dari Sumpah Pemuda:
1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu Tanah Air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia.

Dengan adanya Sumpah Pemuda, perjuangan tidak lagi bersifat kedaerahan tetapi lebih ke rasa nasional. Tanggal 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia memproklamasikan diri menjadi negara yang merdeka.

Jumat, 16 Oktober 2015

Menulis dan Bercerita Dalam Bahasa Inggris

Ditulis dan dipostingkan Admin Web  
Para pembaca yang berbahagia, khususya yang para siswa yang duduk di kelas 8 dan kelas 9 SMP Negeri 1 Kayen. Menulis cerita dan bercerita dengan menggunakan Bahasa Inggris merupakan satu Kompetensi atau Kemampuan yang harus dikuasai oleh para siswa. Bercerita dalam Bahasa Inggris disebut dengan istilah NARRATIVE. Menurut Derewianka "Narrative is story or story telling" dalam Bahasa Indonesia Narrative adalah cerita atau bercerita.


Istilah cerita tersebut dapat disamakan dengan dongeng. Cerita atau dongeng adalah teks imajinatif yang ditulis oleh pengarang. Kadang-kadang  dongeng merupakan cerita dari mulut ke mulut sehingga tidak diketahui pengarangnya. Karena merupakan karangan imajinatif,  karangan itu tidak nyata atau lebih kearah daya khayal pengarang.

The goal  of narrative is to entertain or amuse the readers. Tujuan ditulisnya suatu cerita adalah untuk menghibur para pembaca. Jika cerita itu ada di radio tujuannya adalah untuk menghibur pendengar. dan Apabila cerita atau dongeng itu disiarkan di televisi atau di Video tujuannya adalah untuk menghibur pemirsa.


The Gerneric Structure of Narrative  adalah :

1. Orientation : the beginning of the story that tells us about who, where and when.
2. Complication : the problems arise.
3. Resolution : the problem solving.

The Moral Value adalah pelajaran atau hikmah yang bisa dipetik dari sebuah cerita.

The moral value of the story Two Goats is we should cooperate to the others to achieve our goal.  Kita seharusnya bekerja sama dengan teman atau orang lain untuk mencapai tujuan kita,
The Moral Value of the story  The Legend of Prambanan Temple is that Don't force our love to the others. Jangan memaksa orang lain untuk mencinta diri kita.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Narrative silakan klik File PDF yang telah Admin upload di situs Jateng Pintar. Silakan : Klik Disini


Kinds of Narrative (Macam-macam Narrative)
     1. Fable : Story about animal
     2. Legend : Story about how a ceratain place happened
     3. Fairy Tale : Story about the ghost.

Ada bermacam- macam Narrative misalnya.Fabel yaitu cerita tentang binatang.
Untuk melihat Video tentang cerita Two Goats yang telah penulis siapkan silakan 
Klik Disini

Legend atau legenda yaitu cerita tentang terjadinya suatu tempat atau daerah tertentu. Silakan lihat Video tentang The Legend of Prambanan temple yang penulis upload di You Tube : Silakan Klik Disini


Fairy Tales yaitu cerita tentang makhluk halus. Untuk mengetahui bagaimana sebuah cerita tentang makhluk halus ini silakan lihat Video yang penulis upload di You Tube berikut : Silakan Klik Disini

Kamis, 15 Oktober 2015

SMP Negeri 1 Kayen Juara 1 Kabupaten Pada Lomba Bercerita Kepahlawanan

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.


Dewi Oktaviyani Kelas 8 G, SMP Negeri 1 Kayen dengan bimbingan Bapak Sulistyo Budi Santoso telah berhasil meraih Juara 1 Tingkat Kabupaten Pati pada lomba Bercerita Kepahlawanan (LOMBA NASIONALISME DAN KARAKTER  BANGSA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pati pada hari Selasa,13 Oktober 2015, bertempat di SMP Negeri 3 Pati. 


Dewi Oktaviyani dengan judul cerita JENDRAL SUDIRMAN harus menyisihkan 42 peserta lomba wakil dari SMP sederajat se Kabupaten Pati. Selamat untuk SMP Negeri 1 Kayen.

Jumat, 09 Oktober 2015

Layakkah Apabila Logo Sekolah Diletakkan Pada Kaos Kaki Siswa?

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
Para pembaca Website SMP Negeri 1 kayen yang budiman. Pada akhir-akhir ini, ada tren baru dimana sebuah logo sekolah ditempelkan atau disablonkan pada  kaos kaki siswa. Logo adalah sebuah tanda atau identitas dari suatu instansi tertentu yang menggambarkan sesuatu yang menjadikan ciri khas dan sesuatu yang ingin dicapai dan beberapa cara atau usaha pelaksanaan untuk mencapai tujuan dari instansi tersebut. Logo Sekolah adalah tanda, gambar atau lambang yang disertai dengan beberapa kata yang menggambarkan suatu sekolah, cita-cita yang ingin diraih oleh sekolah dan bagaimana usaha pelaksanaan meraih tujuan atau cita cita tersebut.

Para pembaca yang budiman. Menurut pendapat Admin Web, sebuah logo dapat diibaratkan sebuah bendera. Perasaan apa yang muncul bila sebuah bendera negara diinjak-injak atau ditaruh dikaki oleh seseorang? Tentu warga negara yang benderanya diberlakukan demikian.  akan tersinggung, sakit hati dan marah. Karena orang yang meletakkan bendera di kaki. bisa dipastikan, dia  tidak dapat menghargai atau menghormati keberadaan negara tersebut. 

Karena sebuah Logo Sekolah merupakan ciri khas, simbol, identitas dan lambang dari sekolah tertentu, sudah pas bila logo diletakkan atau ditempelkan pada baju lengan kanan siswa. Jika hal ini dilakukan logo sekolah berada di tempat yang baik, tempat yang layak atau terhormat.

Ada beberapa sekolah yang mengambil kebijakan dengan menaruh logo sekolah selain di baju lengan siswa, logo sekolah juga ditaruh di kaos kaki siswa dengan cara disablon atau dibordir. Bila melihat hal ini terjadi Admin merasakan suatu yang kurang pas.

Coba kita bayangkan. Sebuah logo sekolah berada di sekitar kaki, Secara tidak disadari setiap hari bila kaos kaki seragam yang ada logonya dipakai siswa berarti identitas tersebut terinjak injak. Ini berarti, Logo Sekolah berada di tempat yang tidak layak. Dan yang lebih parah lagi adalah apabila kaos kaki selama 5 hari tidak dicuci warna putih kaos kaki akan berubah menjadi warna hitam karena kotoran yang melekat. Logo yang ada dikaos kaki tadi tidak jelas warnanya. dan tentu kaos kaki berbau tidak enak.

Memang tidak ada aturan yang mengikat, sebuah Logo Sekolah mau ditaruh disebelah mana. Menurut pendapat Admin, penempatan logo sekolah bisa ditempatkan di baju lengan siswa atau di bagian luar saku baju. Demikian, semoga posting ini menjadikan pertimbangan bagi pengambil kebijakan di satuan pendidikan atau sekolah. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Sharing Dengan Orang Tua Siswa dan Wali Murid

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web. Foto oleh Bu Silvia Maria Ulva. Pendidikan merupakan tanggung jawab Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat (Orang Tua Siswa). Sudah selayaknya, pada saat tertentu, sekolah mengadakan Rapat untuk syaring atau berbagi permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh suatu sekolah untuk mencari jalan pemecahan dari beberapa permasalahan yang dihadapi oleh sekolah.

Inilah beberapa foto dokumentasi dari Rapat Pleno Komite SMP Negeri 1 Kayen yang diselenggarakan pada bulan September 2015.







Kamis, 01 Oktober 2015

SMP Negeri 1 Kayen Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
Hari ini, Kamis, 1 Oktober 2015, SMP Negeri 1 Kayen melaksanakan Upacara Bendera untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Widya Sadmana.

Setelah kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, ada usaha usaha untuk mengganti Dasar Negara RI yaitu Pancasila dengan Dasar Ideologi yang lainnya.Usaha untuk mengganti Pancasila dilakukan oleh Kelompok tertentu atau Partai tertentu, sehingga terjadi pembunuhan para jendral atau tentara dan sebagian masyarakat pada tanggal 30 September 1965. Para jendral dan tentara itu sekarang  dikenal dengan Pahlawan Revolusi. Tetapi pemberontakan yang terjadi pada tanggal 30 September 1965, telah dapat diatasi oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan bantuan sebagian besar Rakyat Indonesia yang masih menghendaki Pancasila sebagai Dasar Negara.

Sudah selayaknya, bagi kita untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebagai Dasar Negara, Pancasila dapat mempersatukan berbagai suku bangsa, perbedaan agama dan kepercayaan, perbedaan bahasa, adat istiadat  serta perbedaan lainnya yang ada di Indonesia. Walau ada berbagai perbedaan tetapi kita tetap satu bahasa, satu bangsa, satu tanah air dan satu negara yaitu Bahasa Indonesia, Bangsa Indonesia, Tanah Air Indonesia dan Negara Republik Indonesia dengan Dasar Pancasila dan UUD 1945 dan Merah Putih sebagai bendera negara.

Inilah beberapa foto dokumentasi dari kegiatan tersebut.