Selasa, 09 Agustus 2016

Full Day School Antara Cita Cita Dan Realita Di Lapangan

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Web.
Full Day Shcool adalah sebuah kalimat yang berasal dari Bahasa Inggris. Full dapat diterjemahkan penuh, Day diterjehkan dengan Hari dan School adalah Sekolah. Bila istilah itu digabungkan maka akan diperoleh istilah Sekolah Seharian Penuh atau Sekolah Selama Sehari Penuh. gagasan ini diperuntukkan para siswa yang duduk di Pendidikan Dasar yaitu SD/MI sederajat, SMP/MTS sederajat baik negeri maupun swasta. Istilah ini santer dipublikasikan oleh media masa baik itu cetak, radio, televisi atau di dunia maya (internet) hingga mencuat ke permukaan  sampai menjadi gagasan tersebut menjadikan pro dan kontra di masyarakat.

Ada beberapa alasan yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhadjir Effendy. Seperti yang diberitakan  oleh Edukasi Kompas Com baru baru ini, alasan yang mendasari diterapkannya "Full Day School"  diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Anak didik tidak sendiri berada dirumah selama orang tua masih bekerja diluar.
2. Anak didik secara perlahan akan terbangun karakternya.
3. Anak didik akan melakukan kegiatan yang positip (misalnya mengaji bagi para siswa yang beagama Islam) atau kegiatan lain.
4, Anak didik akan bisa mengerjakan tugas tugas disekolah sampai dijemput oleh orang tua ke sekolah dan pulang bersama.

Gambar : Mendikbud Bapak Muhadjir Effendy
Istilah Full Day School supaya tidak digunakan lagi (demikaian anjuran Bapak Mendikbud) Beliau menganjurkan istilah "Penambahan Jam Kegiatan Co Extrakurikuler di Sekolah" pada jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2016) (Kompas Com).

Para pembaca Website SMP Negeri 1 Kayen yang berbahagia. Gagasan atau ide dari Bapak Mendikbud tersebut adalah gagasan yang baik. Penambahan jam Kegiatan Extra Co Kurikuler Sekolah, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh banyak SD/MI atau SMP/MTS, Kegiatan Extra Kurikuler yang wajib dilaksanakan adalah Kegiatan Kepramukaan. Sedangkan kegiatan lain yang dapat diikuti adalah adanya Kegiatan Sanggar, Extra Tari, Extra PMR, Penambahan Jam Pelajaran (Les mata Pelajaran), Kegiatan Olah Raga, Kegiatan Keagamaan dan Kegiatan lain yang positip. 


Jam Pelajaran di SD/MI atau SMP/MTS dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir hingga sekitar pukul 12.00/13.00 WIB. Apabila siang hari dan sore hari ditambah dengan 2 atau 3 jam Kegiatan Co Kurikuler Sekolah, maka para siswa dan guru akan pulang hingga pukul 16.00 WIB atau pukul 17.00 WIB Ini dengan asumsi Isoma (Istirahat Sholat Makan) selama 1 jam sehingga mulai kegiatan Co Kurikuler Sekolah jam 14,00 WIB. 


Selama istirahat,sholat dan makan, apabila kegiatan benar benar diwajibkan dilaksanakan setiap harinya maka sekolah perlu menyediakan tempat yang memadai untuk makan, sholat dan tempat yang cukup nyaman untuk istirahat, Tidak hanya itu, apabila kegiatan itu dilaksanakan secara terus menerus setiap harinya maka akan dibutuhkan biaya atau dana yang demikian besar. Apabila dana BOS dirasa masih kurang tentu dana akan dibebankan kepada orang tua siswa atau wali murid. 


Tidak hanya kebutuhan tersebut diatas, kebutuhan untuk buang air besar dan air kecil (WC/Toilet dan Kamar Mandi) dengan dilengkapi oleh persediaan air bersih yang cukup adalah suatu keharusan. Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi apabila kebutuhan yang satu ini tidak terpenuhi dengan baik? Maka akan berakibat fatal yaitu para siswa, guru dan atau karyawan di sekolah tersebut akan merasa sedih dan sangat tersiksa.


Para pembaca yang budiman, tidak semua orang tua siswa mampu. Bahkan beberapa orang tua peserta didik hidup dibawah garis kemiskinan. Dengan kondisi yang demikian banyak siswa setelah pulang sekolah di sore hari mereka harus bekerja membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan sekolah. Dengan seharian berada di sekolah maka mereka tidak bisa membantu orang tua mereka.


Kita juga mengetahui bahwa sekita 60 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Banyak siswa butuh waktu 30 menit hingga 120 menit (setengah hingga 1 setengah jam) untuk sampai disekolah dari rumah mereka. Dengan pulang pukul 16.00 WIB/17.00 WIB, maka mereka akan tiba dirumah pada malam hari.


Para orang tua siswa terutama yang masih mempunyai anak SD/MI, sebagian besar dari mereka telah mengirim putra putrinya mengaji di mushola atau masjid (bagi yang beragama Islam). Apabila full day school dilaksanakan, maka tidak ada kesempatan bagi siswa SD/MI mengaji di sore hari.


Pendidikan merupakan tanggung jawab Pemerintah, Orang Tua dan Masyarakat. Kita semua pasti menginginkan tercapainya Tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan


Para pembaca yang budiman, Gagasan Full Day School (Penambahan Jam Co Kurikuler di Sekolah) adalah gagasan yang baik, tetapi kalau kita melihat kenyataan di lapangan yang beberapa Admin tulis diatas......Silakan para pembaca yang menyimpulkan sendiri.........Demikian, semoga posting ini bermanfaat dan semoga dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan dan kebijakan di Negeri Kita Tercinta Indonesia. 

0 komentar :

Poskan Komentar